Sabtu, 08 Mei 2010

Menghaluskan Kulit Muka Dengan Bahan Sederhana


Kulit muka yang halus merupakan idaman setiap orang. Untuk itu dibutuhkan perawatan yang telaten dan teratur. Dan itu tidak selalu harus dilakukan di salon kecantikan.
Di rumah pun Anda dapat melakukannya sendiri dengan bahan sederhana yang mudah didapat dan murah seperti resep yang kami sajikan ini.
Selain itu biasakan selalu membersihkan muka dengan susu pembersih sebelum tidur malam kalau tidak ada bisa gunakan air hangat.
Seminggu sekali pakailah lulur untuk menghilangkan kotoran yang melekat serta mengganti kulit air.
Bila Anda bekerja atau olahraga di bawah terik sinar matahari juga jangan lupa mengoleskan krem pelindung supaya sinarnya yang terik tidak langsung menyengat kulit kita.
JERUK NIPIS
Ambil jeruk nipis lalu belahlah menjadi dua bagian. Gosokkan pada kulit muka secara perlahan. Lakukan ini terutama bagi Anda yang memiliki kulit jenis berminyak.
PISANG AMBON
Pisang ambon juga dapat digunakan untuk menghaluskan kulit, ambl pisang ambon yang masak kemudian lembutkan. Olesi dengan menggunakan punggung sendok ke seluruh permukaan kulit dengan agak ditekan.

PUTIH TELUR
Putih telur ayam kampung dapat digunakan sebagai masker yang juga berguna untuk menghaluskan kulit muka. Oleskan ke seluruh permukaan kulit kecuali daerah sekitar mata. Biarkan sampai mengeras lalu seka dengan air suam-suam kuku.
MADU
Madu yang asli sangat baik untuk menghaluskan kulit muka. Ambil madu secukupnya, oleskan ke muka. Urut kulit muka dari bawah ke atas. Diamkan selama 15 menit lalu cuci muka dengan air dingin.
TOMAT
Tomat pun dapat dijadikan masker. Lumatkan tomat hingga lembut. Ratakan ke permukaan muka dengan alat kuas khusus untuk masker.
Biarkan selama 20 menit. Seka dengan air hangat. Kemudian bilas dengan air dingin agar pori-pori mengecil.
Nova

Jumat, 07 Mei 2010

10 Strategi Sukses Berwirausaha


KOMPAS.com - Ingin bisa berdikari dan memulai usaha sendiri? Harus diingat bahwa memulai usaha sendiri butuh kerja keras dan bisa jadi akan memerlukan waktu lama hingga akhirnya ada pemasukan. Perlu strategi yang jitu agar upaya wirausaha Anda tersebut berhasil, juga meminimalisir kegagalan. Berikut adalah strategi-strategi yang dikumpulkan oleh Renee Martin, penulis "The Risk Takers: 16 Women and Men Share Their Entrepreneurial Strategies for Success" dari para pengusaha-pengusaha wirausaha yang berhasil.

1. Mencari pasar khusus yang belum tergarap
Identifikasikan sebuah pangsa pasar khusus (niche market) yang kebutuhan utamanya belum terpenuhi oleh kompetitor. Bangun sebuah spesialisasi yang Anda tahu merupakan keunggulan dari perusahaan Anda. Ingatlah, bahwa bahkan sebuah perusahaan besar dan bertaraf internasional pun tak bisa memuaskan semua orang. Banyak pasar khusus yang seringkali tak tergarap karena dianggap terlalu kecil.
2. Peka terhadap tren terbaru berani memulai
Carilah kebutuhan dan keinginan terbaru dari para konsumen yang tumbuh dari perubahan tren di segi kultural, ekonomi, teknologi yang menjadi sinyal kesempatan pasar baru. Bertindaklah dengan cepat, jangan menunda terlalu lama.

3. Lakukan!
Berhenti membuat alasan-alasan. Waktu paling "sempurna" untuk meluncurkan bisnis takkan pernah bisa diprediksi secara tepat dan pasti. Jangan biarkan para bakal calon kompetitor mencuri start dari bisnis yang sebenarnya bisa Anda mulai terlebih dulu. Mulailah bergerak. Ciptakan gol-gol pendek dan deadline yang membawa Anda lebih dekat untuk membuka lahan bisnis baru.

4. Hindari kata-kata yang mematahkan semangat
Abaikan orang-orang yang berkata "Itu tak akan berhasil" atau "Tak akan bisa berhasil kalau kamu melakukannya dengan cara itu". Sesekali, menjauh dari anggapan yang menurunkan semangat dan aturan baku bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan. Perhatikan dan pelajari cara para pebisnis yang sukses di bidang mereka dengan pandangan yang kritis. Pelajari cara mereka bekerja dan program yang mereka lakukan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan "bagaimana jika" di dalam pikiran Anda.

5. Eksplorasikan kelemahan kompetitor
Ambil pandangan kritis terhadap kompetisi Anda dari perspektif konsumen. Dengarkan baik-baik akan kebutuhan dan komplain dari konsumen prospektif saat melakukan telepon sales. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan kompetitor. Carilah cara untuk menutup kekurangan dari servis dan produk Anda sendiri, lalu perbaiki hal tersebut.

6. Isi kekosongan

Pusatkan pandangan Anda di area yang lupa ditutupi oleh kompetitor Anda. Pelajari bagaimana mengantisipasi area baru yang bisa Anda isi dengan servis atau bisa memposisikan bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor Anda.

7. Tenar dengan dana minim
Pikirkan cara bagaimana agar lebih dikenal dengan dana seminim mungkin. Jangan terlalu menutup diri, jadilah kreatif, beranikan diri untuk makin dikenal banyak orang (tapi untuk alasan yang baik). Tukar ide dengan orang-orang terdekat Anda.

8. Percaya kemampuan diri
Bangun dan belajar untuk menggunakan kekuatan intuisi Anda. Dengarkan hati Anda. Akan ada saat-saat Anda harus memilih bermain aman atau justru bermain nekat untuk menghadapi tantangan bisnis. Orang-orang sekitar Anda juga memberi masukan yang beragam, sehingga yang bisa Anda percayai hanyalah diri dan hati Anda.

9. Jangan biarkan kesulitan atau kegagalan mengalahkan Anda
Jangan biarkan batasan yang diciptakan oleh orang lain atau keadaan yang menjepit membuat Anda lemah. Banyak wirausahawan yang menutup usaha mereka karena tidak percaya pada diri sendiri. Sebagai wirausahawan, Anda akan menghadapi masa-masa penuh stres yang akan menguji kepercayaan Anda. Ingatlah, bahwa alat untuk mengusir kegundahan itu adalah kegigihan dan daya lenting. Percayalah pada konsep bisnis Anda dan komitmen diri untuk melihat bisnis ini sukses.

10. Jangan berhenti berinovasi
Secara kontinu, carilah cara-cara baru untuk memperkenalkan produk-produk baru dan servis untuk konsumen langganan Anda dan pasar baru yang Anda temui. Berpuas diri adalah hal yang bisa membahayakan perusahaan Anda. Sesuaikan bisnis Anda dengan tren pasar.

NAD

Editor: NF

Sumber: careerbuilder

4 Langkah Memulai PDKT


KOMPAS.com - Mendekati atau berkenalan dengan orang baru bisa menjadi hal yang menyebalkan untuk sebagai orang. Takut akan penolakan atau tatapan tak menyenangkan, dan banyak hal lain yang bisa menyebabkan ketakutan untuk memulai PDKT tersebut. Untuk sebagian orang yang lancar-lancar saja melakukannya memiliki 2 hal yang memudahkan mereka: pengalaman untuk melakukannya berkali-kali, dan taktik tertentu (yang kadang tak disadari). Mereka mempelajari hal-hal apa yang diperlukan untuk bisa diterima oleh orang yang sedang mereka dekati, dan hal ini bisa dipelajari oleh siapa pun. Berikut adalah 4 langkah untuk mendekati seseorang agar mendapatkan respon positif dari mereka, tak perlu karena untuk mendekati lawan jenis, tapi juga untuk mendekati siapa pun yang Anda butuh kerja samanya.
Langkah 1: Tenangkan bahasa tubuh Anda
Seperti diketahui, bahasa tubuh adalah hal yang amat berharga, namun jarang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Amat krusial untuk mengetahui bahasa tubuh apa yang seringkali tercipta oleh tubuh kita sehari-hari. Pastikan Anda tidak mengkomunikasikan kegugupan atau sifat bertahan yang bisa Anda rasakan saat berkenalan dengan orang lain. Sikap tubuh yang bisa menyampaikan pesan bahwa Anda berada dalam sikap defensif antara lain; dagu ditekan ke dalam, lengan tegang di sisi tubuh, mengepalkan tangan, menyilangkan tangan di depan dada, atau kepala menyerong dengan dagu diangkat. Sikap tubuh semacam ini bisa mengisyaratkan bahwa Anda adalah tipe orang yang arogan. Cobalah untuk melihat diri Anda di cermin, latihlah untuk dagu agar berada dalam level datar dan lurus, kurangi dampak visual dari lengan dan tangan Anda. Buat tangan Anda cukup santai dan tidak sibuk karena aktivitas lain, setidaknya agar tangan Anda bisa menunjuk ke suatu titik jika diperlukan.

Langkah 2: Pertahankan kontak mata
Indikasi pertama yang bisa Anda berikan pada seseorang untuk memberitahu niat baik Anda bisa dimulai dengan tatapan. Kita tak perlu menekankan pentingnya kontak mata dalam komunikasi non verbal, namun perlu diingat bahwa kesan pertama dimulai dari kontak mata. Dari titik tersebut, Anda memiliki 1-2 detik untuk mengekspresikan niat baik Anda dalam bahasa tubuh dan pandangan mata. Jadi, pastikan untuk selalu siap ketika pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Anda.

Langkah 3: Senyum
Tak perlu diragukan lagi, senyuman adalah langkan esensial untuk mendekati seseorang. Bukan senyum yang terlalu lebar atau yang tengil, namun yang bersahabat dan kalem. Senyuman adalah satu elemen dalam buku How to Win Friends and Influence People karangan Dale Carnegie. Perlu diketahui, mata Anda pun bisa mengisyaratkan jika Anda memberi senyuman palsu, pastikan Anda memberikan senyuman tulus.

Langkah 4: Membuka dengan ucapan salam
Ketika kita mendekati teman, mengirimkan email, atau sms, amat jarang kita untuk membukanya dengan ucapan salam. Seiring waktu, semakin mengenal kita dengan orang tersebut, ucapan salam pembuka amat jarang dilakukan. Namun, kita tak bisa dengan serta merta membuka perbincangan langsung dengan orang yang belum kita kenal dekat dengan langsung begitu saja.

Ucapan salam pembuka saat berkenalan adalah sopan santun dasar yang penting dilakukan. Bukalah percakapan dengan orang yang belum Anda kenal dengan kata-kata seperti "Hai" atau "Selamat pagi" atau, "Permisi, numpang tanya...." dengan begini, Anda tidak dengan tiba-tiba "menerobos" batas pribadi seseorang.

NAD

Editor: NF

Sumber: askmen