Sabtu, 01 Mei 2010

Jual Facebook Fans, Miliuner Takut Mati Kebosanan



Chief Executive of Social Media Marketing Company uSocial Leon Hill (foto: smh)
SYDNEY - Seorang pengusaha asal Australia yang telah menjadi seorang jutawan sejak berusia 25 tahun menyatakan dirinya sedang merasa bosan dan muak dengan kehidupan mewah yang dijalani.

Dilansir Big News Network, Selasa (27/4/2010), pendiri situs uSocial.net, Leon Hill mengatakan perusahaan yang didirikannya kini telah mampu berdiri sendiri sehingga ia hanya duduk manis di rumah menunggu uang datang. Tidak heran jika kemudian ia merasa bosan dan mengaku membutuhkan penyaluran hobi.

"Dengan bisnis seperti ini, uang yang mendatangi saya. Saya tidak harus melakukan apa-apa. Saya tidak pernah merasa se-bosan ini dalam hidup. Saya membutuhkan penyaluran hobi," ujar Hill.

Hill memang telah hidup dengan mewah dan nyaman di sebuah rumah besar di Brisbane. Namun rupanya dibalik kemewahan itu banyak juga perusahaan lain yang geram akan bisnis yang dilakoninya.
Betapa tidak geram. uSocial.net yang didirikannya merupaka perusahaan yang ia dirikan untuk menjual teman dan penggemar di Facebook maupun Twitter. Hill memberikan jasa penjualan Twitter Followers dan Facebook Fans untuk digunakan perusahaan sebagai 'pengikut' online advertising, di mana perusahaan dimungkinkan untuk menyebarkan gimmick, promosi hingga spam ke akun-akun tersebut.

Data dari Courier Mail menyebutkan, bisnis yang dijalankan Hill semakin meningkat sejak enam bulan terakhir dengan konsumen kebanyakan berasal dari perusahaan besar. uSocial.net memungkinkan perusahaan memiliki 1.000 penggemar di Facebook hanya dengan biaya USD197. Jika ingin mendapatkan 5.000 penggemar di Facebook, perusahaan tinggal merogoh kocek senilai USD727.

Tidak hanya penggemar di Facebook, Hill juga menyediakan 1.000 follower Twitter dengan harga senilai USD87.

Akibat jasanya tersebut, manajemen Facebook dan Twitter merasa gerah. Kedua perusahaan pun menyewa pengacara untuk menghentikan jasa Hill. Namun penyelidikan itu berhenti di tengah jalan karena Hill dianggap tidak melakukan hal yang melanggar hukum.

Hingga kini Hill mengaku sedang dalam tahap 'jelang pensiun'. Dalam satu tahun belakangan Hill telah mengantongi penghasilan sekira USD500.000 dan memiliki aset perusahaan senilai USD1 juta.

"Satu-satunya kekhawatiran dalam hidup saya bukanlah penjara, melainkan rasa bosan," ujar Hill. (srn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar